Memiliki Unggulan di bidang pendidikan (PAUD) Yyang mendukung pendidikan anak usia dini
memiliki layanan angkutan sampah yang dikelola oleh BUMG untuk mengelola sampah masyarakat
terdapat program pengajian rutin 2 kali dalam sebulan untuk meningkatkan pemahaman agama
aktif dalam memberdayakan ibu-ibu melalui keterampilan bordir khas Aceh
tersedia fasilitas lapangan guna untuk meningkatkan sportivitas dan solidaritas antar masyarakat
Gampong Emperom di Banda Aceh merupakan salah satu permukiman yang telah berkembang sejak masa Kesultanan Aceh. Pada masa itu, Banda Aceh menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan penyebaran Islam, sehingga banyak kawasan permukiman tumbuh di sekitarnya, termasuk Emperom. Wilayah ini dihuni oleh masyarakat yang terlibat dalam aktivitas perdagangan dan keagamaan, serta berada dalam struktur pemerintahan tradisional Aceh seperti gampong dan mukim.
Nama “Emperom” sendiri dikenal juga dalam bentuk sebutan lain yang berasal dari pengaruh bahasa asing, yaitu “Imperium”, yang dalam konteks sejarah merujuk pada wilayah yang memiliki peranan penting. Penyebutan ini berkaitan dengan posisi kawasan tersebut yang berada di lingkungan pusat aktivitas masyarakat pada masa kesultanan. Seiring perkembangan waktu, penyebutan tersebut mengalami penyesuaian dalam bahasa lokal hingga menjadi “Emperom”.
Pada masa kolonial hingga setelah kemerdekaan Indonesia, wilayah Emperom tetap menjadi permukiman yang terus dihuni oleh masyarakat. Struktur pemerintahan tradisional yang telah ada kemudian disesuaikan dengan sistem administrasi pemerintahan modern, sehingga Emperom secara resmi diakui sebagai gampong dalam wilayah Kota Banda Aceh. Dengan demikian, Gampong Emperom terbentuk bukan melalui pemekaran wilayah baru, melainkan sebagai kelanjutan dari permukiman lama yang telah ada sejak masa Kesultanan Aceh dan terus berkembang hingga sekarang.